bolak-balik

SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA :)

Rabu, 19 Agustus 2015

Pengalaman Pertama

Assalamualaikum sobat-sobat seperjuangan. Bagaimana kabar kalian? Pasti baik-baik aja kan. Pada kesempatan kali ini saya akan menceritakan pengalaman pertama saya mendaki gunung bersama teman-teman. Dan mungkin ini pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan sepanjang sejarah kemerdekaan Indonesia (ngaco nih :v).
Mendaki bukanlah hal yang mudah, dibutuhkan kekuatan, kesabaran, kesopanan dan daya tahan tubuh harus kuat. Kelihatannya mendaki gunung itu mudah broo, tetapi setelah kalian merasakan perjalanan yang sangat panjang, kalian akan mengetahui yang namanya perjuangan (Ingin sampai tapi gak mau berjuang sama aja seperti pengen nikah tapi gak cari calonnya).
Pengalaman pertama mendaki gunung adalah gunung merbabu yang letaknya di Jawa Tengah, dengan ketinggian 3157mdpl. Beginilah ceritanya brooh, Pertama teman-teman saya merencanakan untuk mendaki gunung merbabu (April 2014) semua sudah siap untuk mendaki pada hari itu. Kita mulai perjalanan ke basecamp merbabu jam 4 sore dan kebetulan kita memilih basecamp thekeland yang memang deket dari salatiga dan juga via thekeland kita bias seven summits brooh. Sampai basecamp thekeland jam 5 sore dan kami mampir kerumah temen kami yang kebetulan memang rumahnya di daerah thekeland. Waktu itu kami disambut keluarganya dengan baik dan disajikan hidangan-hidangan yang menghangatkan tubuh (karena memang dingin didaerah sana). Rencana awal mendaki adalah sehabis isya, sekitar jam 7. Tetapi akhirnya karena suhu yang cukup dingin akhirnya mereka terlelap dalam tidur dan ketika bangun jam menunjukan jam 20.00 WIB. Kami semua siap-siap packing untuk melanjutkan ke puncak merbabu.
Dan akhirya setelah semua selesai packing sekitar jam 20.30 kami kedatangan orang setempat yang memberikan informasi tentang perjalan dan larangan-larangan yang harus kita laksanakan. pukul 21.30 ,akhirnya kami berjalan menuju basecamp dengan hawa yang begitu dingin menyelimuti tubuh kami, karena memang habis hujan. Sesampainya di basecamp kita langsung melakukan regristasi, kami berjumlah 6 orang cowok (sulis,ndika,vicri,lungguh,toro,wahyu) 2 cewek (arni dan devi). Selesai regristasi kita langsung berjalan mendaki ke pos 1. Jalan dari basecamp ke pos 1 masih agak landai walaupun memang sudah nanjak. Langkah demi langkah kami berjalan, setelah kurang lebih berjalan 10 menit kami memastikan untuk istirahat sejenak. Karena memang kami semua masih pemula, jadi jalannya agak santai. Setelah selesai istirahat kami semua melanjutkan perjalanan lagi, jalan mulai agak nanjak dan baru berjalan sebentar kami semua sudah capek lagi, tetapi kita mencoba untuk jalan pelan-pelan. Dan akhirnya kami sampai di pos 1 pending sekitar jam 11.00. setelah istirahat 15 menit kami melanjutkan perjalanan lagi ke pos 2, langkah demi langkah menjauh dari pos 1 dan kami mulai lelah dengan perjalanan malam yang dingin ini. Akhirnya setelah 1 jam lebih kami sampai di pos 2 Gumuk menthul, di sini kami istirahat agak lama untuk mengatur nafas yang sudah mulai habis. Dari pos 2 ke pos 3 hanya membutuhkan waktu 30 menit untuk samapi pos lempong sampan. Perjalanan dari pos 3 ke pos 4 sudah agak berat karena waktu itu sudah menunjukan pukul 01.00 dan angin mulai kencang menghempas badan kami yang rapuh ini. Akhirnya karena kita mulai kecapekan kami sampai di pos 4 pukul 03.00 dan kami istirahat hamper 1 jam untuk masak mie karena sudah pada lapar. Di pos watu gubug ini teman kami yang bernama Devi kepalanya pusing sehingga dia sebenarnya sudah tidak kuat lagi untuk jalan, karena di pos 4 Watu gubug kita gak boleh mendirikan tenda (kata penjaga bc) dan diharuskan untuk lanjut k epos 5 watu gubug. Akhirnya jam 04.00 kami melanjutkan perjalanan dengan pelan-pelan karena jalan dari watu gubug ke watu tulis jalannya cukup terjal dan banyak batu-batu besar disekitar kami. Setelah penantian panjang jam 5 kami sampai di pos 5 yaitu puncak 2 watu tulis. Waktu itu cuaca tidak mendukung dan matahari malu untuk menampakan diri dan hanya kelihatan sedikit, akhirnya kami memutuskan untuk istirahat tidur sebentar. kami mendirikan tenda untuk Devi dan Arni tidur, sedangkan yang cowok tidur di ruangan pemancar.
Sekitar pukul 08.00 cuaca masih mendung dan sudah dipenuhi kabut. Kami memutuskan untuk tidak melanjutkan pendakian ini ke kentheng songo, karena mengingat Devi yang masih pusing juga melihat cuaca yang mendung. Akhirnya kami semua turun dan diluar dugaan turunnya dari watu tulis ke watu gubug sangat licin, karena tanah basah dan kabut mulai naik, jadi kami agak terbatas dalam penglihatan. Sebagaina teman kami dan para pendaki lain kelihatan terpeleset ketika turun ke watu gubug. Akhirnya kita sampai di watu gubug dan melanjutkan perjalanan k epos-pos selanjutnya dan ketika kita sampai kepos 2 hujan mulai turun, dan saya mulai membuka jas hujan sementara yang lain belum memakai. Dan akhirnya ketika sampai di pos 1 hujan sangat deras dan menyebabkan jalanan tidak kelihatan. Di pos 1 ini kita istirahat agak lama, sembari menunggu hujan agak reda. Waktu ditunggu dan hujan pun tidak kunjung reda, akhirnya kami semua memutuskan memakai jas hujan dan melanjutkan perjalanan. Setelah diguyur hujan yang sangat deras kami sampai di basecamp jam 01.00. alhamdlliah kami semua sampai dengan selamat walaupun kami tidak sampai puncak kentheng songo.
Saya berpesan pada para sobat ketika mau mendaki gunung siapkan fisik kalian, makanan yang secukupnya (lebih baik banyak daripada kurang), minuman minimal 2 botol 1,5L dan yang pasti pakaian yang tebal terhadap dinginnya suhu gunung. Mungkin cukup sekian pengalaman pertama kami mendaki gunung, nantikan saya akan membagikan cerita-cerita yang lain lagi. 

Ini foto kami di puncak 2 watu tulis